“Dan
seandainya Allah memberi petunjuk kepada seseorang dengan sebab engkau, maka
hal itu lebih baik bagimu daripada apa yang dijangkau matahari sejak terbit
hingga terbenam.” (HR. Bukhari)
Disebutkan bahwa seorang pencuri memanjat tembok rumah Malik bin Dinar, lalu masuk menyelinap, namun ia tidak menemukan apa pun yang dapat ia curi. Sementara tuan rumah sedang khusyu’ melakukan shalat memperpendek shalatnya karena merasa ada sesuatu yang menganggu shalatnya. Kemudian Malik bin Dinar menoleh ke arah pencuri itu seraya mengucapkan salam kepadanya dan berkata, “Semoga Allah memberimu taubat, engkau memasuki rumahku, tetapi tidak menemukan sesuatu yang dapat engkau ambil. Namun aku tidak akan membiarkan engkau keluar sia-sia.
Malik bin Dinar kemudian membawakan bejana penuh dengan air
dan berkata kepadanya, “Ambillah air wudlu, lalu lakukan shalat dua rakaat,
nanti engkau keluar dengan membawa sesuatu yang lebih baik dari pada apa yang
engkau cari dengan datang ke sini!” Mendengar ketulusan Malik bin Dinar,
pencuri itu terharu lalu menjawab, “Baik, aku jadi tersanjung!”
Pencuri itu kemudian mengambil wudhul lalu melakukan shalat
dua rakaat. Ia merasakan getaran jiwa luar biasa, lalu meminta Malik bin Dinar
apabila tidak keberatan untuk mengizinkannya menambah shalat dua rakaat lagi.
Betapa nasihat Malik bin Dinar telah mengubah niat pencuri
ini dalam waktu sekejap! Tentu, permintaannya itu justru menambah ketulusan
Malik bin Dinar. Lalu pencuri itu terus melakukan shalat hingga pagi hari.
“Sekarang, pulanglah baik-baik,” kata Malik bin Dinar. Ia
menjawab, “Tuanku, apakah engkau berkenan jika aku tinggal di sini bersamamu
karena aku telah berniat puasa hari ini?” Malik bin Dinar menjawab, “Tentu, aku
senang, tinggallah selama engkau mau.” Pencuri itu pun lalu tinggal di rumah
Malik bin Dinar selama berhari-hari dengan melakukan puasa dan bangun malam
untuk shalat. Ketika hendak pulang pencuri itu berkata, “Wahai Malik bin Dinar,
aku telah berniat melakukan taubat.” Malik bin Dinar menjawab, “Itu di tangan
Allah Swt.” Ia kemudian
benar-benar bertaubat.
Dalam perjalanan pulang ia bertemu dengan salah seorang
pencuri yang ia kenal baik, lalu ditanya, “Aku pikir engkau memperoleh harta
karun!” Ia menjawab, “Saudaraku, aku bertemu dengan Malik bin Dinar ketika aku
masuk menyelinap hendak mencurinya tetapi ia justru mencuriku. Kini aku telah
bertaubat kepada Allah Swt.
Oleh sebab itu mulai sekarang aku akan lebih banyak di rumah sehingga
mendapatkan apa yang didapat para kekasih Allah.
Sumber
:
1001 Kisah Teladan oleh Hani Al-Hajj
Tidak ada komentar:
Posting Komentar