Udah lihat artikel sebelumnya atau belum? Selamat datang di artikel kami yang kedua edisi minggu ini. Artikel kali ini akan membahas mengenai TITAN yang menjadi materi muhadloroh dari demisioner hari Jum’at, 28 Oktober 2011 silam. Tahu nggak apa arti dari demisioner? Menurut kamus Bahasa Indonesia, demisioner berarti orang yang telah meletakkan jabatan, tetapi masih tetap bekerja selama menantikan penggantinya. Nah, dalam Remas RU, demisioner dijabat oleh kelas 12 yang selalu mengawasi kami dan membimbing kami dalam membangun sebuah keluarga dalam organisasi (kok jadi curhat, ya.. Hehehe…). Udah tahu apa arti dari TITAN? Daripada penasaran, mending langsung aja kita bahas yuk artikel berikut ini.
Judul lengkapnya sih tak hanya TITAN, tetapi “Mengambil TITAN dari Rasulullah SAW”. Sebenarnya apa sih TITAN itu? TITAN merupakan akronim dari 5 kata sifat yang termasuk sifat Rasulullah SAW. Mau tahu sifat apa sajakah itu, mari kita bahas satu persatu:
1. T = Tegas
Tegas tak sama dengan kasar ataupun marah. Tegas bermakna jelas atau terang. Penyebab kita tidak tegas diantaranya, karena kurang percaya diri, mudah terpengaruh, kurang teguh dalam memiliki prinsip. Terus, bagaimana kita bisa menjadi tegas? Berikut ini adalah langkah-langkah yang disampaikan oleh demisioner:
a. Tentukan visi, misi dan prinsip.
Prinsip bagaikan akar pada tanaman. Bagaimana mungkin tanaman dapat berdiri kokoh jika memiliki akar yang rapuh? Begitu juga dengan kita. Oleh karenanya, milikilah prinsip dalam hidup dan peganglah erat-erat agar hidup kita tak mudah goyah.
b. Buatlah daftar prioritas.
Daftar prioritas akan membantu kita menentukan apa yang akan kita kerjakan. Sehingga kegiatan kita menjadi terarah, dan hidup kita dapat berjalan sesuai dengan prinsip yang dimiliki.
c. Berkomitmen.
Komitmen diperlukan untuk melaksanakan prinsip kita. Jika kita tak mampu berkomitmen dengan apa yang telah kita tentukan sendiri, maka kita akan mudah terpengaruh.
2. I = Ikhlas
Ikhlas memiliki makna yaitu mengerjakan sesuatu kebaikan tanpa mengharapkan imbalan maupun pujian dari orang lain, melainkan semata-mata untuk mengharapkan ridlo dari Allah SWT.
3. T = Terbuka
Sikap terbuka merupakan perhiasan bagi insan yang memilikinya. Akan tetapi, kita perlu berhati-hati dalam menerapkannya. Pilihlah orang yang tepat, agar tak menyesal di kemudian hari. Dan tempat yang paling tepat untuk terbuka adalah kepada Allah SWT., pemilik kehidupan ini. Sikap terbuka juga dapat direalisasikan dengan saling memberi nasihat kepada sesama, sebagai salah satu usaha amar ma’ruf nahi mungkar.
ð Cara menerima nasihat yang baik, diantaranya adalah:
a. Menyadari kekurangan diri dan bersedia untuk memperbaikinya.
Orang-orang di sekitar kita bagaikan sebuah cermin. Saat kita menerima nasihat dari mereka, maka perlakukanlah hal yang serupa dengan saat kita bercermin. Saat kita bercermin, jika kita menemukan sesuatu yang berantakan misalnya rambut, maka yang kita lakukan adalah merapikannya bukan malah memecahkan cerminnya, kan? Begitu pula saat kita memperoleh nasihat, maka kita harus segera memperbaikinya dan menyadari bahwa kita bukanlah makhluk yang bebas dari salah dan dosa.
b. Cari dan tanya.
Setiap orang pasti mempunyai kekurangan masing-masing. Kita harus mencarinya bahkan menanyakan kepada orang lain agar kekurangan tersebut dapat segera diperbaiki. Agar lebih adil, kita dapat saling nasihat-menasihati dengan orang lain seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT. dalam surat Al-‘Ashr ayat 3.
c. Syukur.
Jika ada orang yang memberikan nasihat kepada kita, maka syukurilah dan kita harus berterima kasih kepadanya. Kita patut bersyukur karena masih ada orang yang peduli terhadap diri kita.
d. Persiapkan diri menghadapi kenyataan.
Terkadang nasihat disampaikan menyakiti hati kita karena kata-katanya yang kasar ataupun caranya yang kurang sopan. Kita harus sabar dalam menerimanya dan menyikapinya dengan baik, karena semua dilakukan demi kebaikan kita juga.
e. Perbaiki diri.
Ketika kita dikoreksi oleh orang lain, langkah yang paling baik setelahnya adalah memperbaiki kekurangan kita bukan malah membela diri bahkan membalas.
ð Adab memberi nasihat adalah sebagai berikut:
a. Niat yang baik
Semua yang kita lakukan tergantung pada niatnya. Niat yang baik, insya Allah memperoleh hasil yang baik pula.
b. Cara yang baik
Cara yang baik dalam memberi nasihat adalah kata-kata yang kita ucapkan harus tak menyinggung bahkan menyakiti hati orang lain, dan jangan membuat ia malu di depan umum.
c. Suri tauladan yang baik
Sebelum kita memberi nasihat kepada orang lain, koreksi terlebih dahulu apakah kita sudah melaksanakannya. Jangan sampai kita memberi nasihat kepada orang lain, akan tetapi kita sendiri melalaikannya.
d. Jangan marah jika nasihat kita tak didengan atau tidak dilaksanakan
Jika kita memiliki niat yang baik dan ikhlas dalam memberi nasihat, kita tak mungkin marah jika nasihat kita tak didengar atau tak dilaksanakan. Justru kita menanyakan pada diri kita sendiri, “apakah caraku masih salah?” atau “apakah perkataanku tadi sudah sesuai dengan kondisiku saat ini?”.
4. A = Amanah
Amanah memiliki arti dapat dipercaya. Sedangkan lawannya adalah khianat. Khianat merupakan salah satu ciri-ciri orang yang munafik. Amanah merupakan salah satu sifat penting yang harus dimiliki oleh pemimpin termasuk kita. Dari masing-masing dari kita adalah seorang pemimpin.
5. N = Ngregani
Ngregani atau dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan menghargai maksudnya menghargai orang lain. Jika kita ingin dihargai oleh orang maka kita harus menghargai orang lain terlebih dahulu.
Nah, sekarang udah nggak penasaran lagi kan apa itu TITAN. Oh ya, untuk sekedar info muhadloroh yang ditampilkan oleh demisioner menuai applause yang amat meriah dan pujian dari Pembina, lho! Karena, demisioner berhasil membawakannya dengan baik dan menarik sehingga waktu 90 menit tak terasa berlalu. Selain itu, demisioner telah berhasil memberikan inovasi baru dalam penampilan muhadloroh. Kita beri applause yuk…! Selamat untuk demisioner.
Selanjutnya, ada artikel terakhir kami minggu ini yang selalu menanti kehadiran Anda untuk membacanya.
Terima kasih, ya udah mau nongkrong di blog ini. Kunjungan Anda amat berarti bagi kami sebagai penyemangat kami. Kritik dan saran amat kami harapkan dari Anda…
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar